You are currently viewing MELANGKAH DI NEGERI GINSENG: CERITA DI BALIK PELATIHAN SMART GOVERNANCE – Bagian 13 (Tamat)

MELANGKAH DI NEGERI GINSENG: CERITA DI BALIK PELATIHAN SMART GOVERNANCE – Bagian 13 (Tamat)

Pukul delapan pagi, aku bergabung dengan rekan-rekan di ruang makan untuk sarapan terakhir. Suasana pagi itu terasa berbeda—ada kehangatan, tetapi juga ada keheningan yang melatari tawa dan obrolan kami. Meja makan dipenuhi dengan makanan sederhana: roti, telur rebus, dan kopi hangat. Aku mengambil tempat duduk di sudut ruangan, membiarkan suasana ini meresap ke dalam hatiku. Ini adalah momen terakhir kami bersama sebelum semuanya kembali ke kehidupan masingmasing. Obrolan pagi itu mengalir ringan, penuh dengan cerita dan tawa kecil. Seorang rekan dari Kazakhstan menceritakan pengalamannya mencoba kimchi untuk pertama kalinya, sementara yang lain dari Mongolia berbagi tentang rencananya untuk mengadopsi beberapa ide dari pelatihan ini di negaranya. Aku duduk mendengarkan, merasa bahwa percakapan ini adalah bagian dari pelajaran yang tidak tertulis dalam program ini. Aku menyadari bahwa di balik setiap cerita ada semangat untuk belajar, untuk tumbuh, dan untuk membawa perubahan ke tempat masing-masing. Ketika sarapan hampir selesai, salah satu rekan dari Kazakhstan mengangkat cangkir kopinya, mengajak kami bersulang. “Untuk perjalanan ini,” katanya, “dan untuk masa depan yang lebih baik.” Kami semua mengangkat cangkir kami, tersenyum, dan meneguk kopi hangat itu bersama. Aku merasa bahwa momen sederhana ini adalah salah satu momen yang paling berharga dari seluruh perjalanan ini. Sebuah perayaan kecil untuk kebersamaan, untuk pelajaran, dan untuk kenangan yang akan selalu kami bawa. Setelah sarapan, kami semua mulai berdiri, bersiap untuk perjalanan ke bandara. Aku merasa berat meninggalkan meja makan itu, tempat di mana begitu banyak cerita telah dibagikan. Tetapi aku juga merasa bersyukur, karena momen-momen ini telah mengisi hatiku dengan kehangatan yang tidak akan pernah hilang. Aku melangkah keluar dari ruang makan dengan langkah perlahan, mencoba menikmati setiap detik terakhir di Incheon Global Campus. Langit pagi semakin cerah ketika aku melangkah keluar dari gedung, membawa koperku dengan tangan kanan dan tas kecil di bahu kiri. Angin pagi yang sejuk menyapa wajahku, memberikan sentuhan lembut yang terasa seperti perpisahan dari kota ini. Aku menatap sekeliling, mencoba merekam setiap detail—dari pohon-pohon yang melambai pelan hingga suara burung yang berkicau di kejauhan. Aku tahu bahwa ini adalah momen terakhirku di Korea Selatan, tetapi aku merasa bahwa semangat dari tempat ini akan selalu bersamaku. Dan saat aku naik ke bus yang akan membawa kami ke bandara, aku merasa bahwa meskipun perjalanan ini berakhir, pelajaran dan kenangannya akan terus hidup dalam hatiku. Aku tahu bahwa apa yang kudapatkan di sini bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi untuk dibawa pulang, untuk dibagikan, dan untuk menciptakan perubahan di tempatku sendiri. Dengan rasa syukur yang mendalam, aku menatap ke luar jendela, melihat kota Songdo yang perlahan menghilang dari pandanganku. Selamat tinggal, Korea Selatan. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya.

Leave a Reply