Kembali ke Pangkalpinang dengan Kenangan yang Tak Terlupakan Kamis, 04 juli 2024, Pukul 16.30, pesawat Lion Air JT 614 mulai menggerakkan rodanya, perlahan meninggalkan landasan Bandara Soekarno-Hatta. Dari jendela pesawat, aku menatap langit Jakarta yang mulai berwarna jingga, menyimpan sebuah perasaan yang campur aduk. Perjalanan selama 12 hari terakhir ini terasa seperti sebuah mimpi panjang yang penuh warna—mimpi yang kini telah mencapai akhirnya. Dengan perasaan yang sulit dijelaskan, aku membiarkan kenangan dari setiap momen perjalanan ini mengalir, satu per satu, seperti potongan film yang diputar kembali dalam pikiranku. Saat pesawat melaju di atas awan, pikiranku kembali ke hari pertama di Pangkalpinang, di mana semuanya bermula. Aku masih bisa mengingat perasaan gugup ketika menerima undangan untuk mengikuti program pelatihan di Korea Selatan. Tak pernah terlintas dalam benakku bahwa aku akan terlibat dalam perjalanan yang begitu luar biasa, sebuah pengalaman yang tak hanya membuka mataku terhadap dunia, tetapi juga membentuk cara pandangku tentang hidup dan masa depan. Langkah kecil dari Pangkalpinang itu telah membawa kami ke sebuah perjalanan besar yang penuh makna. Menginap semalam di Jakarta sebelum keberangkatan adalah awal dari segala antisipasi. Aku dan temanku menghabiskan malam itu dengan berbagai persiapan terakhir—menata ulang dokumen, memastikan semua perlengkapan siap, sambil berbagi cerita tentang apa yang mungkin kami temui di negeri orang. Kami sama-sama menyadari bahwa perjalanan ini bukan sekadar sebuah tugas atau kewajiban, tetapi sebuah kesempatan untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda. Dan pada pagi harinya, dengan koper yang penuh dengan isinya dan harapan di hati, kami melangkah ke Bandara Soekarno-Hatta untuk memulai perjalanan yang akan mengubah hidup kami. Kenangan indah di Korea mulai memenuhi pikiranku. Dari saat pertama menjejakkan kaki di Bandara Incheon, dengan segala hirukpikuknya yang terorganisir, hingga tinggal di dormitory (asrama) Yonsei University yang nyaman dan penuh kehangatan. Setiap hari di Korea adalah pelajaran, baik di dalam kelas pelatihan maupun di luar, saat kami berjalan-jalan menikmati kota-kota yang penuh kehidupan.