You are currently viewing MELANGKAH DI NEGERI GINSENG: CERITA DI BALIK PELATIHAN SMART GOVERNANCE – Bagian 13 (Tamat)

MELANGKAH DI NEGERI GINSENG: CERITA DI BALIK PELATIHAN SMART GOVERNANCE – Bagian 13 (Tamat)

Aku teringat malam di Songdo, ketika kami berjalan-jalan menyusuri jalanan yang dihiasi lampu-lampu kota, dan pagi-pagi yang diisi dengan diskusi tentang teknologi dan kebijakan publik bersama para peserta dari berbagai negara. Setiap momen adalah pengalaman yang tidak ternilai. Salah satu momen paling berkesan adalah kunjungan ke Gyeongbokgung Palace, di mana kami belajar tentang bagaimana Korea memadukan tradisi dan modernitas. Aku masih bisa merasakan semilir angin yang menyapa di halaman istana, memandangi arsitektur tradisional yang berdiri megah di tengah kota modern. Di tempat itu, aku menyadari bahwa sebuah negara bisa maju tanpa melupakan akarnya. Pelajaran ini terasa begitu relevan bagi Indonesia, sebuah negara yang kaya akan budaya, tetapi sering kali melupakan kekayaannya di tengah modernisasi. Waktu terasa begitu cepat berlalu, dan tiba-tiba, program pelatihan mencapai akhirnya. Sesi presentasi terakhir, pemberian sertifikat, dan pesan penutup dari para fasilitator meninggalkan kesan mendalam. Saat aku berdiri di sana, menerima sertifikat yang melambangkan kerja keras dan pembelajaran selama 12 hari, aku merasa bahwa aku bukan lagi orang yang sama seperti ketika aku memulai perjalanan ini. Aku telah tumbuh, bukan hanya dalam pengetahuan, tetapi juga dalam cara pandang terhadap dunia. Program ini bukan hanya tentang teknologi atau kebijakan, tetapi tentang bagaimana menjadi seseorang yang lebih baik. Penerbangan dari Incheon ke Jakarta membawa rasa haru yang mendalam. Aku memandang keluar jendela, melihat Korea Selatan perlahan menghilang dari pandangan, meninggalkan kenangan yang begitu berarti. Setibanya di Jakarta, kami menginap semalam lagi sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Pangkalpinang. Malam itu di Jakarta, aku duduk di kamar hotel, merenungkan perjalanan yang baru saja kulalui. Aku tahu, pengalaman ini bukan hanya untukku sendiri. Aku harus membagikannya, membawa pelajaran ini pulang, dan menggunakannya untuk menciptakan perubahan yang nyata. Pukul 16.30 keesokan harinya, pesawat Lion Air yang kami tumpangi mulai mengudara, membawa kami kembali ke Pangkalpinang.

Leave a Reply