
Dengan prilaku kinerja “BERAKHLAK” akan terbentuknya Manpower yang akan membantu serta mendorong meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja untuk mencapai visi dan misi pada satuan pendidikan. Prilaku baik dalam budaya kerja akan membawa dampak pada satuan pendidikan,karena didalamnya akan terdapat individu-individu yang akan berkolaborasi dengan berbagai keterampilan,pengetahuan,dan pengalaman yang diperlukan untuk menjalankan tugas-tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing.
Pengelolaan manajemen menjadi kunci utama sangat penting dalam merencanakan,melaksanakan,mengembangkan,mengevaluasi,menjaga keberlanjutan operasional termasuk dalam penilaian serta manajemen kinerja seluruh aspek pada satuan pendidikan yang digunakan untuk memastikan bahwa setiap individu berkontribusi secara optimal terhadap tujuan pencapaian visi dan misi pada satuan pendidikan.
Pada kegiatan sosialisasi kinerja GTK pengawas Pembina sekolah dasar menambahkan bahwa setiap satuan pendidikan mengembangkan budaya literasi membaca pada anak seperti membuat karya dari bacaan yang sudah dibaca anak yaitu dengan cara anak didorong untuk membuat puisi,pantun,cerita bergambar dll. Kegiatan untuk memotivasi anak agar dapat memahami isi bacaan yaitu anak dapat menyimpulkan,merangkum kembali serta mempresentasikan hasil bacaan.
Dalam rangka pengembangan literasi serta meningkatkan kualitas pendidikan,satuan pendidikan maka,seluruh elemen yang ada disekolah bergerak untuk berkomitmen membangun gerakan membaca literasi. Pemaparan terakhir dari pemateri yaitu terkait untuk peningkatan kualitas mutu sekolah,kepala sekolah melaksanakan supervisi pada satuan pendidikan,hal ini merupakan bagian dari penilaian terhadap kinerja,bagaimana upaya guru untuk meningkatkan prestasi kerja. Oleh sebab itu diperlukan evaluasi dan refleksi terhadap pembinaan kinerja untuk meningkatkan keprofesionalisme guru sehingga dapat tercapai sesuai indikator pada kompetensi yang diharapkan.