
Belumlah habis kopi blended itu, aku mulai mengarahkan pandangan ke botol yang tersusun rapi di atas meja, tampak isi botol – botol itu tinggal sedikit dan warna cairannya berbeda-beda.
“Ini apa, itu apa?” Duh aku banyak tanya sekali. Pramu saji tersenyum-senyum menjawab pertanyaan ku.
Kopi belum habis, kami bertiga harus segera pergi, setelah ngobrol-ngobrol tentang berbagai hal, termasuk tentang dia yang ternyata pengunjung setia cafe ini.
Dari cerita di atas penulis mencoba mengulik tentang apa dan mengapa si dia bahkan kebanyakan anak-anak muda dan orang-orang dewasa betah berlama-lama sekedar ngobrol atau mengerjakan sesuatu di cafe kopi. Bahkan ada sebuah tempat di Manggar Belitung dikenal dengan sebutan seribu warung kopi, dan di berbagai sudut kota Pangkalpinang juga banyak dijumpai café kopi.
Sebuah sumber majalah hidayah edisi I/XXXV Syawal/Mei 2023 kolom ihwal mengetengahkan topik Kopi, Ilmu dan Ulama.
Ternyata dalam sejarah, kehidupan para ulama dan orang-orang shalih akrab dengan minuman kopi.
Ada ulama yang menjadikan kedai kopi sebagai tempat untuk menimba ilmu dan berkumpulnya orang-orang shalih, ada pula yang menjadikan kedai kopi sebagai tempat untuk menulis buku.
Mereka merasakan bahwa minuman ini membuat lebih tahan dalam berkonsentras, dalam beribadah dan menelaah kitab-kitab.
Ada ulama yang mengajar, menulis dan tinggal di kedai kopi.
Dikatakan bahwa banyak para ulama terkenal menelaah kitab bahkan melahirkan karya buku ternama dengan berbekal minuman kopi sebagai teman untuk meningkatkan konsentrasi dan menguatkan ibadah, dan disebut pula bahwa kopi adalah minuman para penulis, para guru para penelaah kitab, para pengajar ilmu-ilmu satra dan ilmu profesi serta para penyair.