You are currently viewing MELANGKAH DI NEGERI GINSENG: CERITA DI BALIK PELATIHAN SMART GOVERNANCE – Bagian 9

MELANGKAH DI NEGERI GINSENG: CERITA DI BALIK PELATIHAN SMART GOVERNANCE – Bagian 9

Inspirasi Keterbukaan Korea dalam Membangun Kolaborasi Malam itu, di sela-sela perjalanan kami kembali ke dormitory, pikiranku terus terngiang pada satu hal yang selalu menjadi benang merah dari setiap pengalaman di Korea Selatan: keterbukaan mereka terhadap kolaborasi. Tidak hanya kolaborasi internal dalam negeri, tetapi juga keterbukaan mereka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak di luar negeri, baik dalam hal teknologi, pendidikan, maupun budaya. Keterbukaan ini terasa seperti fondasi kuat yang menopang setiap langkah kemajuan negara ini. Selama berada di sini, aku menyaksikan bagaimana Korea Selatan mengintegrasikan berbagai sektor—pemerintah, swasta, pendidikan, dan masyarakat—dalam membangun inovasi. Kunjungan ke Korea Local Research Institute adalah salah satu contoh nyata. Institut tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk penelitian, tetapi juga sebuah ekosistem kolaborasi, di mana pembuat kebijakan bekerja sama dengan peneliti, pengembang teknologi, dan masyarakat lokal untuk menciptakan solusi yang relevan dan berbasis kebutuhan. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak pernah datang dari satu pihak saja. Namun, yang lebih mengesankan adalah bagaimana Korea Selatan tidak membatasi kolaborasi hanya di dalam negeri. Dalam berbagai sesi, kami mendengar bagaimana mereka menjalin kerja sama internasional di berbagai bidang. Di sektor teknologi, misalnya, mereka tidak hanya mengembangkan inovasi lokal tetapi juga terbuka untuk bermitra dengan perusahaan dan universitas global. Contoh nyatanya adalah bagaimana Samsung bekerja sama dengan berbagai startup internasional untuk menciptakan produk yang lebih maju dan beragam. Di bidang pendidikan, keterbukaan ini juga sangat terasa. Program pelatihan yang kami ikuti adalah salah satu buktinya. Dengan mengundang peserta dari berbagai negara untuk belajar di Korea Selatan, mereka tidak hanya membagikan ilmu tetapi juga membuka pintu untuk dialog dan pertukaran gagasan. Dalam setiap sesi, ada ruang untuk diskusi dan tanya jawab, di mana perspektif dari berbagai negara diterima dengan antusiasme. Hal ini menunjukkan bahwa bagi Korea, pembelajaran adalah proses dua arah—mereka berbagi, tetapi juga belajar dari pengalaman orang lain. Keterbukaan ini tampak tidak hanya pada tingkat kebijakan atau institusi, tetapi juga dalam masyarakatnya. Orang-orang Korea yang kami temui selama perjalanan selalu menunjukkan rasa ingin tahu dan keterbukaan terhadap budaya kami.

Leave a Reply