Makan Siang Terakhir di Incheon Global Campus Pukul dua belas siang, kami berjalan perlahan menuju ruang makan di Incheon Global Campus (IGC) untuk makan siang terakhir bersama. Langkah-langkah kami terasa berbeda kali ini, ada campuran rasa puas, haru, dan sedikit kesedihan di udara. Setiap sudut kampus ini seolah menjadi saksi perjalanan kami selama beberapa hari terakhir—penuh dengan pelajaran, tawa, dan cerita yang akan selalu diingat. Aku menatap gedung-gedung di sekitar, mencoba menyimpan setiap detail dalam ingatan, seolah-olah ini adalah cara terakhir untuk mengabadikan tempat ini dalam hati. Di ruang makan, aroma makanan khas Korea kembali menyambut kami dengan hangat. Hidangan yang tersaji hari ini terasa istimewa, bukan karena menu yang berbeda, tetapi karena ini adalah kesempatan terakhir kami untuk duduk bersama di tempat yang telah menjadi rumah kedua selama pelatihan. Nasi putih, kimchi, sup daging sapi, dan beberapa lauk lainnya tersaji dengan rapi di meja prasmanan. Suara piring dan sendok yang berdenting diambil oleh peserta membuat suasana terasa hidup, meski ada juga keheningan yang melatari langkah kami. Aku memilih tempat duduk di dekat jendela besar yang menghadap ke taman kecil di luar ruang makan. Dari sini, aku bisa melihat beberapa rekan yang berjalan sambil bercanda, menikmati sisa waktu mereka di IGC. Di meja makan, kami mulai berbagi cerita tentang momen-momen terbaik selama pelatihan. Salah satu rekanku dari Kazakhstan menceritakan betapa terkesannya ia dengan kunjungan ke Seoul Sky Tower, sementara yang lain dari Mongolia berbicara tentang pelajaran berharga dari sesi mengenai e-government. Makan siang ini menjadi lebih dari sekadar waktu untuk makan, tetapi juga kesempatan untuk refleksi. Setiap hidangan yang kami nikmati seolah-olah membawa rasa syukur yang mendalam atas kesempatan untuk menjadi bagian dari program ini. Aku menyadari bahwa makanan sederhana ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengisi perut; ini adalah simbol dari kebersamaan kami, dari perjalanan lintas budaya yang telah menyatukan kami semua. Suasana di meja kami penuh dengan tawa, meskipun ada juga rasa haru yang tak terucapkan.
MELANGKAH DI NEGERI GINSENG: CERITA DI BALIK PELATIHAN SMART GOVERNANCE – Bagian 10
- Post author:dikbudpgk
- Post published:25 February 2025
- Post category:Timah-GTK
- Post comments:0 Comments