Dan teknologi hanya akan berhasil jika kita menggunakannya untuk melayani manusia, bukan sebaliknya.” Katakataku diikuti dengan tepuk tangan pelan, sebuah momen kecil tetapi berarti. Sesi ini juga menjadi ajang bagi kami untuk memberikan saran dan masukan tentang bagaimana program ini bisa menjadi lebih baik di masa depan. Beberapa peserta menyarankan agar sesi interaktif seperti diskusi kelompok dan kunjungan lapangan diperbanyak, karena itu memberikan wawasan praktis yang sulit didapatkan di kelas. Yang lain mengusulkan agar durasi program diperpanjang, karena waktu yang ada terasa begitu singkat untuk mengeksplorasi topik yang begitu luas. Semua saran ini diterima dengan baik oleh panitia, yang mencatat setiap komentar dengan seksama. Saat sesi mendekati akhir, moderator meminta kami untuk menuliskan satu kata yang mewakili pengalaman kami selama pelatihan ini di sebuah kartu kecil. Aku menuliskan kata “inspirasi”—sebuah kata sederhana tetapi penuh makna. Ketika kartu-kartu itu dikumpulkan, moderator membaca beberapa di antaranya: “kolaborasi,” “harapan,” “pengetahuan,” dan “persahabatan.” Kata-kata ini mencerminkan apa yang telah dirasakan oleh semua peserta, sebuah bukti bahwa program ini bukan hanya tentang pembelajaran, tetapi juga tentang membangun hubungan dan harapan untuk masa depan. Sebelum sesi ditutup, seorang perwakilan dari panitia memberikan pidato penutup yang penuh rasa terima kasih. Ia berbicara tentang bagaimana program ini tidak hanya dirancang untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga untuk membangun komunitas global yang saling mendukung. “Kami berharap bahwa apa yang kalian pelajari di sini tidak hanya berhenti di ruangan ini,” katanya. “Bawa pulang ide-ide ini, terapkan, dan bagikan kepada orang lain.” Kata-katanya memberikan energi baru, sebuah pengingat bahwa akhir dari program ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar. Ketika sesi evaluasi selesai, aku melangkah keluar dari aula dengan perasaan yang sulit digambarkan. Ada rasa lega, tetapi juga ada rasa kehilangan. Program ini telah menjadi bagian penting dari hidupku selama beberapa hari terakhir, dan menyadari bahwa itu telah berakhir adalah hal yang tidak mudah. Namun, aku juga merasa bersyukur, karena program ini telah memberiku lebih dari yang pernah kubayangkan—bukan hanya ilmu, tetapi juga perspektif baru, inspirasi, dan hubungan yang tak ternilai. Malam itu, aku kembali ke dormitory dengan pikiran yang penuh dengan kenangan. Aku tahu bahwa meskipun program ini telah selesai, pelajaran yang kudapatkan darinya akan terus bersamaku, menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Evaluasi ini bukan hanya tentang menilai program, tetapi juga tentang menilai diri sendiri—tentang bagaimana kita telah tumbuh, belajar, dan bersiap untuk membawa perubahan di tempat kita masing-masing. Dan di dalam hatiku, aku tahu bahwa perjalanan ini baru saja dimulai.