You are currently viewing Implikasi  Teori Perkembangan Kognitif dalam Kegiatan Belajar

Implikasi  Teori Perkembangan Kognitif dalam Kegiatan Belajar

TEORI  VYGOTSKY

Vygotsky memiliki tiga            asumsi sehubungan dengan perkembangan kognitif ini yaitu: (1) keahlian kognitif peserta didik dapat dipahami apabila dianalisa dan diinterpretasikan secara developmental;

(2)  Kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa, dan bentuk dikursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransformasikan aktifitas mental; dan (3) kemampuan kognitif berasal dari relasi sosial dan dipengaruhi oleh latar belakang sosiokultur.Sehubungan dengan hal di atas, maka “teaching strategies” dalam menerapkan  teorinya untuk pendidikan adalah sebagai berikut:

  1. Gunakan zona of proximal development; Mengajar harus dimulai pada batas atas zona, dimana peserta didik mampu mencapai tujuan dengan kerja sama erat dengan instruktur/guru. Dengan petunjuk dan latihan yang terus menerus, peserta didik akan mengorganisasikan dan menguasai urutan tindakan yang dibutuhkan untuk melakukan suatu keahlian yang diharapkan.
  2. Gunakan teknik scaffolding; Cari kesempatan untuk menggunakan teknik ini ketika peserta didik membutuhkan bantuan untuk aktivitas yang merupakan inisiatif sendiri. Berikan ia dorongan dan bantuan yang dibutuhkan saja atau cukup memamati kemamuan dan usaha peserta didik, dalam upaya meningkatkan keahlian dan pengetahuan ke yang lebih tinggi. 
  3. Gunakan teman sesama  peserta didik yang lebih ahli sebagai guru (peer group)
  4. Dorong pembelajaran kolaboratif dan sadari bahwa pembelajaran melibatkan suatu komunitas orang yang belajar; Maksud pengajaran kolaborasi adalah pengajaran yang melibatkan teman, guru, orang tua dan orang dewasa lainnya yang terlibat dalam komunitas belajar.
  5. Pertimbangkan konteks kultural dalam pembelajaran; Fungsi pendidikan adalah membimbing peserta didik dalam mempelajari keahlian yang penting bagi kultur tempat berada.
  6. Pantau dan dorong peserta didik dalam menggunakan private speech (suara pribadi); Perhatikan perubahan perkembangan dari berbicara dengan diri sendiri pada masa awal sekolah dasar. Pada masa sekolah dasar, dorong peserta didik untuk menginternalisasikan dan mengatur diri sendiri pembicaraan mereka dengan dirinya sendiri.
  7. Nilai ZPD-nya, buka IQ; Seperti Piaget, Vygotsky tidak percaya bahwa tes standar adalah cara terbaik untuk menilai kemampuan belajar atau kesiapan peserta untuk belajar. Vygotsky mengatakan bahwa penilaian harus difokuskan untuk mengetahui ZPD si peserta didik. Pembimbing memberi peserta didik tugas dengan tingkat kesulitan bervariasi untuk menentukan level terbaik dalam memulai pembelajaran. ZPD adalah pengukur potensi belajar, yang menekankan pembelajaran bersifat interpersonal.

PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI

Dalam pendekatan ini aspek yang terlibat dalam proses berpikir peserta didik adalah sensasi (berfungsinya alat indra), persepsi (bagaimana pesan/informasi yang diperoleh melalui indra diartikan/ditafsirkan) dan memori (bagaimana informasi itu disimpan dan dapat digunakan kembali); ada memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Dengan demikian, maka implikasi pendekatan ini lebih difokuskan kepada bagaiman teaching strategies yang dilakukan guna membantu meningkatkan memori peserta didik. Di bawah ini beberapa implikasi dalam membantu peserta didik meningkatkan memori mereka.

  1. Memotivasi peserta didik untuk mengingat materi dengan pemahaman, bukan dengan mengingat begitu saja; Peserta didik akan mengingat informasi dengan baik dalam jangka panjang, jika mereka memahami informasi, bukan sekedar mengingatnya tanpa pemahaman. Pengulangan akan bekerja baik untuk penyandian informasi ke memori jangka pendek, tetapi jika peserta didik perlu mengambil informasi dari memori jangka panjang, maka strategi pengulangan itu tidak efisien. Jadi untuk sebagian besar informasi, dorong peserta didik untuk memahaminya, memberi makna, mengelaborasinya dan mempersonalisasikannya. Beri peserta didik konsep dan ide untuk diingat dan kemudian tanyakan kepada mereka bagaimana mereka dapat mengaitkan konsep dan ide itu dengan pengalaman personal dari makna personalnya. Beri mereka latihan untuk mengelaborasi suatu konsep agar mereka bisa memperoleh informasi secara mendalam.
  2. Bantu peserta didik untuk mengetahui apa yang mereka masukan dalam memori.

Peserta didik akan mengingat informasi dengan lebih baik jika mereka menatanya secara hirarkis. Beri mereka latihan dan mengelola materi yang membutuhkan penstrukturan.

  • Ajarkan strategi mnemonic; Mnemonic atau cara menghapal atau metode ”jembatan keledai” adalah bantuan memori untuk mengingat informasi; dpat juga menggunakan imaji dan kata. Berikut tipe-tipe mnemonic:
    • Metode Loci; dalam metode ini peserta didik menyusun imaji/citra dari suatu item yang akan diingat dan membayangkan dia mengingatnya dalam lokasi yang dikenali.  Misalnya, jika peserta didik harus mengingat sederetan konsep, mereka secara mental (membayangkannya) meletakkannya dalam ruang rumah mereka, seperti disebelah pintu masuk, ruang keluarga, ruang makan, dapur dsb. Saat mereka perlu mengambil kembali informasi itu, mereka bisa membayangkan rumahnya, lalu membayangkan dirinya berjalan di kamar-kamar, lalu mengambil kembali konsep tersebut.
    • Rima; contohnya ”mejikuhibiniu” untuk mengingat warna.
    • Akronim ; Strategi ini adalah menciptakan kata dari huruf pertama item yang akan diingat. Misalnya HOMES dapat dipakai sebagai petunjuk mengingat lima Danau Besar: Huron, Ontario, Michigan, Erie dan

Superior

  • Metode kata kunci; Strategi penghapalan lainnya adalah dengan kata kunci, dimana imajinasi yang hidup diletakan pada kata penting. Metode ini telah dipakai untuk mengajari peserta didik cara menguasai informasi baru seperti kosakata asing, negara dan ibu kota negara bagian di AS dan namanama presiden AS.

This Post Has One Comment

Leave a Reply