
- Pastikan bahwa materi untuk kelas sudah cukup untuk merangsang peserta didik untuk mengajukan pertanyaan. Serangga yang bagus untuk didiskusikan di kelas adalah kumbang kecil. Suruh peserta didik mengamati dan mendeskripsikannya. Keesokan harinya berikan kumbang yang lebih besar dan ini akan membuat peserta didik terkejut dan mendorong mereka untuk berfikir lagi.
- Ketika akan mengajar sesuatu yang agak kompleks, gunakan alat bantu visual dan alat-alat peraga. Misalnya, saat mengajar ilmu sosial dengan topik apa itu demokrasi, tunjukkan rekaman video yang mengilustrasikan konsep tersebut.
- Dorong peserta didik untuk mengutakatik (manipulate) dan bereksperimen dalam pelajaran sains atau ilmu alam. Gunakan materi kongkrit untuk pelajaran matematika, membuat dan membacakan suatu karya dalam pelajaran sastra dan ajar mereka berdiskusi tentang perspektif mereka, serta lakukan perjalanan untuk pelajaran ilmu sosial.
- Implikasi Pengajaran terhadap anak yang bekerja dengan pemikir Operasional Formal.
(Santrock, 2007 : 57)
- Sadari bahwa banyak peserta didik bukan pemikir operasional formal yang sempurna. Meskipun Piaget percaya bahwa pemikiran operasional formal muncul antara usia 11-15 tahun, banyak peserta pada usia ini masih dalam seputar tahap pemikir operasional kongkrit dan baru saja mulai menggunakan pemikiran operasional formal. Jadi banyak strategi yang didiskusikan diatas yang berkenaan dengan pendidikan pemikir operasional kongkrit masih berlaku untuk banyak remaja. Kurikulum yang terlalu formal atau terlalu abstrak tidak akan masuk ke kepala mereka.
- Ajukan sebuah persoalan dan ajak peserta didik untuk menyusun hipotesis tentang cara memecahkannya. Misalnya guru bisa berkata, “Bayangkan seorang perempuan yang tak punya teman. Apa yang harus anda lakukan?”
- Sajikan sebuah problem dan sarankan beberapa cara untuk mengatasinya. Kemudian ajukan pertanyaan yang memicu peserta didik untuk mengevaluasi cara itu. Misalnya deskripsikan beberapa cara untuk menyelidiki perampokan, lalu mintalah peserta didik untuk mengevaluasi mana cara yang terbaik.
- Pilih problem tertentu yang sudah dikenal baik oleh peserta didik di kelas dan ajukan pertanyaan yang berkaitan dengannya. Misalnya guru bertanya, ”Faktor apa saja yang harus dipertimbangkan jika kita ingin perekonomian pulih kembali?”
- Suruh peserta didik untuk mendiskusikan kesimpulan mereka yang terdahulu. Misalnya, tanyakan”Langkah-langkah apa yang kamu tempuh dalam memecahkan problem itu?”
- Buat semacam proyek dan investigasi untuk dilaksanakan oleh peserta didik. Secara periodik, tanyakan kepada mereka bagaimana mereka mengumpulkan dan menginterpretasikan data.
- Dorong peserta didik untuk menyusun penjelasan hierarkis untuk ditulis. Pastikan mereka memahami cara menata tulisan mereka dari poin yang umum ke khusus. Tingkat abstraksi pemikiran operasional formal juga berarti bahwa guru yang memiliki peserta didik pada level ini dapat mendorong mereka untuk menggunakan metafora.
- Akui bahwa peserta didik lebih mungkin menggunakan pemikiran operasional formal dalam area dimana mereka punya banyak keahlian dan pengalaman.
Misalnya; peserta didik yang suka sastra dan senang menulis dan membaca, mungkin akan menggunakan pemikiran operasional formal di area itu. Tapi peserta didik itu mungkin tidak suka matematika dan menunjukkan pemikiran operasional kongkrit di area itu. Selain implikasi setiap tahapan perkembangan tersebut Piaget juga memberikan pandangan umum yang berkenaan dengan cara penerapan teori Piaget untuk pendidikan peserta didik yaitu; (1) gunakan pendekatan konstruktivis (aktif dan mencari solusi sendiri); (2) fasilitasi peserta didik untuk belajar; (3) pertimbangkan pengetahuan dan tingkat pemikiran peserta didik; (4) gunakan penilaian terus menerus; (5) tingkatkan intelektual peserta didik dan (6) jadikan ruang kelas menjadi ruang ekplorasi dan penemuan.
Mohon dukungan dan bantuan nya ???