Selain menampilkan kemampuan, kegiatan tersebut juga mempertemukan pelajar dari berbagai sekolah yang mengikuti pembelajaran dambus. Saparudin mengatakan, pelajar diharapkan tidak hanya mampu memainkan alat musik dambus, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung dalam kesenian tersebut.
“Dambus ini bukan hanya sebagai media musik, tapi juga menjadi sebuah media untuk mengungkapkan perasaannya, media untuk membagikan perasaannya, media untuk menyatukan sebuah perasaan,” katanya.
Ia mengapresiasi sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para pelatih yang telah mendampingi pelajar selama mengikuti program Dambus Masuk Sekolah.
Menurut Saparudin, para pelatih yang terlibat dalam program tersebut telah memiliki sertifikasi. Ia berharap program dan kegiatan kesenian seperti pagelaran dambus dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat pelestarian budaya lokal di Pangkalpinang dan Bangka Belitung.
“Teruslah berlatih untuk meningkatkan, memperkuat budaya di Kota Pangkalpinang dan secara umum di Bangka Belitung,” tuturnya.
Saparudin juga mendorong agar ke depan dapat digelar pagelaran atau lomba dambus tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, ajang tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pelajar yang telah mengikuti pembelajaran dambus di sekolah untuk tampil dan membawa nama Kota Pangkalpinang di tingkat provinsi.
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Pelajar SMP se-Pangkalpinang Tampilkan Dambus, Wali Kota: Jadi Ruang Belajar dan Aktualisasi, https://bangka.tribunnews.com/lokal/1697677/pelajar-smp-se-pangkalpinang-tampilkan-dambus-wali-kota-jadi-ruang-belajar-dan-aktualisasi.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar