Lezatnya Santapan di Gozame, Damainya Sujud di Itaewon Setelah mengunjungi Yonsei University, perjalanan kami berlanjut menuju restoran seafood Gosame, yang terkenal di kawasan Yonsei-ro 7 an-gil. Jalanan kecil dengan atmosfer khas Korea itu dipenuhi dengan deretan restoran yang menawarkan berbagai hidangan laut segar. Aroma ikan panggang yang menguar dari dapur restoran menyambut kami begitu memasuki ruangan. Tempat ini tidak hanya menawarkan hidangan yang lezat, tetapi juga pengalaman bersantap yang otentik, di tengah pelanggan lokal yang menikmati makan siang mereka. Kami duduk di meja panjang yang telah disiapkan. Menu utama hari itu adalah ikan bakar, cumi, udang, serta kerang yang disajikan dengan bumbu khas Korea. Pelayan restoran dengan cekatan menghidangkan banchan—berbagai hidangan pendamping seperti kimchi, tauge berbumbu, dan acar lobak. Saat hidangan utama datang, suasana meja langsung dipenuhi dengan suara tawa dan percakapan hangat. Kami menikmati setiap gigitan makanan yang terasa begitu segar, ditemani sambal khas yang semakin menggugah selera. Ikan bakar menjadi favorit kami. Teksturnya lembut, dengan rasa gurih yang berpadu sempurna dengan saus khas yang sedikit pedas. Cumi dan udang pun tak kalah lezat, dimasak dengan tingkat kematangan yang pas sehingga tetap kenyal dan beraroma harum. Tak lupa, kerang yang disajikan dalam kuah hangat menjadi penutup yang sempurna untuk hidangan siang itu. Kami merasa benar-benar dimanjakan dengan sajian yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan pengalaman kuliner yang berkesan.

Di tengah menikmati hidangan, kami berbincang tentang perjalanan sejauh ini—tentang pengalaman yang telah kami lalui di Korea, tentang kelas dan seminar yang kami ikuti, serta tentang tempat-tempat menarik yang kami kunjungi. Ada rasa syukur yang mendalam, bahwa kami bisa berada di sini, merasakan atmosfer baru, belajar dari negara yang begitu maju, dan tentu saja, menikmati kuliner yang luar biasa. Setelah makan siang yang begitu mengenyangkan, kami melanjutkan perjalanan menuju Masjid Itaewon untuk melaksanakan salat Dzuhur. Perjalanan ke masjid ini memberi kami kesempatan untuk melihat lebih dekat kehidupan sehari-hari di Seoul. Kami melewati gang-gang kecil yang penuh dengan toko-toko suvenir, kafe-kafe kecil, serta butik pakaian yang unik. Setiap sudut kota ini seakan memiliki cerita tersendiri, dari hirukpikuk pejalan kaki hingga kesibukan para pedagang yang menjajakan dagangannya. Sesampainya di Masjid Itaewon, kami langsung merasakan ketenangan yang berbeda. Di tengah kota Seoul yang begitu dinamis, masjid ini berdiri kokoh sebagai tempat ibadah dan pusat komunitas Muslim di Korea Selatan. Bangunannya megah dengan arsitektur khas Timur Tengah, dihiasi dengan ornamen Islami yang indah. Kami disambut oleh beberapa jemaah yang juga datang untuk menunaikan salat. Saat kami naik ke tangga masjid, terlihat beberapa orang sedang mengangkat perlengkapan masjid untuk dibersihkan. Pemandangan ini memberikan kesan mendalam tentang bagaimana komunitas Muslim di Korea menjaga rumah ibadah mereka dengan penuh tanggung jawab. Kami pun turut membantu sebisa mungkin sebelum masuk ke dalam untuk berwudhu dan melaksanakan salat. Suasana di dalam masjid begitu hening dan damai. Setelah serangkaian aktivitas yang padat sejak pagi, akhirnya kami bisa duduk sejenak, menghadap kiblat, dan bersyukur atas perjalanan luar biasa ini. Dalam hening, kami merenungkan betapa banyak pelajaran yang kami dapatkan selama berada di Korea. Dari teknologi hingga budaya, dari diskusi akademik hingga pengalaman spiritual, semua terjalin dalam satu perjalanan yang penuh makna. Usai salat, kami duduk sejenak di halaman masjid, menikmati hembusan angin musim panas yang sejuk. Dari tempat ini, kami bisa melihat pemandangan kota Seoul yang megah, gedung-gedung tinggi yang menjulang, serta jalanan yang tak pernah sepi. Rasanya begitu menakjubkan bagaimana kota ini bisa memadukan modernitas dengan nilai-nilai tradisional, dan bagaimana sebuah masjid bisa berdiri di tengahtengah metropolitan yang sibuk. Hari itu benar-benar menjadi pengalaman yang lengkap—dari menikmati kelezatan hidangan laut khas Korea, menyusuri jalanan yang penuh sejarah, hingga menemukan ketenangan di dalam Masjid Itaewon. Perjalanan ini bukan sekadar menjelajah tempat, tetapi juga menemukan perspektif baru tentang dunia, tentang kehidupan, dan tentang diri kami sendiri.