Dari Pangkalpinang ke Korea: Awal Petualangan Baru,
Hari itu, 23 Juni 2024, menjadi sebuah hari yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kami, berdua dengan teman dari Pangkalpinang, menerima panggilan yang mengubah jalannya hidup kami. Sebuah kesempatan langka yang datang melalui surat dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, yang mengundang kami untuk mengikuti program pelatihan di Korea Selatan. Undangan itu bukan sekadar surat biasa; ia adalah gerbang menuju dunia baru, sebuah petualangan yang penuh dengan peluang dan tantangan.Kami berdua, seperti kebanyakan orang yang mendengar kabar ini, merasatak percaya. Dari sebuah kota kecil di Indonesia menuju negeri yang dikenal sebagai “Ginseng,” sebuah negeri dengan teknologi canggihdan budaya yang kaya, siapa yang bisa membayangkan? Pagi itu, semua bergerak begitu cepat, dan kami berdua hanya bias mengikuti alur perjalanan yang telah ditentukan. Tidak ada yang tahu persis apa yang akan terjadi di Korea, tetapi satu hal yang jelas—kami siap untuk belajar, mengembangkan diri, dan membangun pengalaman yang akan memperkaya hidup kami. Kecemasan dan antisipasi campur aduk dalam diri kami. Perjalanan ini bukan hanya tentang mengeksplorasi negeri orang, tetapi juga sebuah perjalanan untuk memperdalam pengetahuan tentang tata kelola pemerintahan, sebuah topik yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pada 22 Juni 2024, perjalanan kami dimulai dengan sebuah langkah kecil menuju impian besar. Berdua dengan teman dari Pangkalpinang, kami menginjakkan kaki di Jakarta, setelah menerima undangan dari BPSDM untuk mengikuti program pelatihan International Training Program for Smart Governance and Policy Capacity Building di Korea Selatan. Sebuah undangan yang bukan hanya membuka kesempatan untuk belajar, tetapi juga menjadi pintu gerbang menuju pengalaman yang akan memperkaya perjalanan hidup kami. Jakarta, dengan segala hiruk-pikuknya, menjadi tempat persinggahan yang penuh antisipasi sebelum kami terbang ke negeri ginseng. Malam sebelum keberangkatan, kami menginap di sebuah hotel sederhana di Jakarta, namun suasana hati kami lebih dari sekadar sederhana. Kami berdua terbuai dalam kegembiraan sekaligus kecemasan yang bercampur aduk. Dalam perjalanan ini, kami tahu bahwa banyak hal baru yang akan kami pelajari—tentang tata kelola pemerintahan, teknologi, dan bahkan budaya Korea yang selama ini hanya kami dengar lewat cerita. Namun, di balik semangat itu, ada ketegangan yang tak bias kami pungkiri. Menginap di Jakarta memberi kami waktu untuk merenung sejenak, menyusun strategi, dan menyiapkan mental untuk perjalanan yang akan segera dimulai.
