
Asisten 1 Pj Walikota Pangkalpinang dibuat tercengang saat siswa kelas 7 dapat mengolah sampah An Organik menjadi conblok, meja Kursi, lampu hias, aquarium, jam dinding, kipas angin, penyedot kertas dan debu, penetas telur, dan lain sebagainya yang tidak dituliskan di sini.
Ketercengangan pak Asisten berubah menjadi rasa kagum dan tercetuslah sebuah kalimat ” Luar biasa untuk anak se usia ini dapat mengeksplorasi ide kreatif, dimana konsep dasar ini bisa dikembangkan dan bernilai jual.”
Suksesnya penggarapan Projek ini tak lepas dari kerja keras para guru yang disebut ìsebagai Fasilitator P5, para fasilator tentu dibawahi oleh koordinator P5 dan kepalai oleh waka Kurikulum serta Kepala sekolah sebagai penanggung jawab.
Penggarapan projek selama lebih kurang 3 minggu terbagi kedalam beberapa tahap kegiatan, yaitu tahap orientasi dan observasi lingkungan, tahap perencanaan aksi, tahap Aksi Nyata, tahap Kampanye dan Pamer Karya kemudian diakhiri dengan tahap refleksi dan Evaluasi. Setiap Tahap sendiri terdiri atas aktivitas penanaman karakter sesuai dengan Tema dan Dimensi P5. Aktivitas ini dirancang dan disusun oleh para fasilitator yang senantiasa berkolaborasi, berkomunikasi dan berrefleksi serta mengevaluasi setiap hari selama penggarapan projek yang berhimpun dalam wadah komunitas Cikgu kelas 7 dan Cikgu kelas 8.
Projek kali ini kelas 7 dan 8 sepakat mengambil tema yang sama yaitu REKAYASA DAN TEHNOLOGI, tetapi dengan topik berbeda.
Kelas 7 menamakan topik projeknya SAMPAH SEKOLAHKU TANGGUNG JAWABKU sedang topik kelas 8 adalah KOMPOSKU SUMBER KESUBURAN LINGKUNGAN SEKOLAHKU. Inilah projek ke-3 untuk kelas 7 dan projek ke-6 untuk siswa yang sekarang di kelas 8.