“Awalnya dari pengamatan kami di lapangan. Masih ada anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Ketika ditanya, jawabannya sederhana tidak ada biaya,” ungkap Ivan.
Jawaban polos itu menjadi tamparan sekaligus pengingat, bahwa masih ada celah yang belum terisi dalam sistem pendidikan. Dan kali ini, aparat kepolisian memilih untuk tidak hanya menjadi saksi.
Program ini bukan sekadar memberi bantuan. Lebih dari itu, ia menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat—menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar: pendidikan.
Polsek Gerunggang tak hanya membantu biaya sekolah, tetapi juga menyediakan perlengkapan alat tulis hingga layanan antar jemput bagi anak-anak yang kesulitan akses. Sebuah pendekatan yang menyentuh akar masalah, bukan sekadar permukaan.
Langkah ini, mendapat sambutan positif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang. Kabid TK, Pendidikan Non Formal dan Paket, Effendi, menyebut inisiatif ini sebagai sesuatu yang baru dan patut diapresiasi.