“Sekolah-sekolah bisa mengisi agenda harian dengan, membaca qur’an sebelum kegiatan belajar, atau sekadar mendengarkan kultum atau lomba-lomba religi,” katanya.
Ia juga menyebutkan fokus di bulan Ramadhan ini adalah keagamaan.
Nuansa Islami yang sangat kental di sekolah pada bulan Ramadhan ini juga harus tetap sejalan dengan toleransi yang menjadi prioritas utama di lingkungan pendidikan di Kota Pangkalpinang.
Siswa yang merupakan non-muslim juga masih tetap diberikan ruang untuk beraktivitas sesuai dengan kepercayaannya masing-masing, dan dipastikan tidak ada diskriminasi selama kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Untuk anak-anak yang beragama non-muslim bisa mengikuti kepercayaan masing-masing dan harus saling menghargai satu sama lain. Kami juga mengimbau bagi yang non-muslim agar tidak makan di depan yang berpuasa karena itu sebagai bentuk penghormatan,” ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di jurnalindonesia.co dengan judul selama-ramadhan-disdik-pangkalpinang-sesuaikan-kegiatan-belajar-di-sekolah, https://jurnalindonesia.co/2026/02/25/selama-ramadhan-disdik-pangkalpinang-sesuaikan-kegiatan-belajar-di-sekolah/