Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Pangkalpinang yang direncanakan berlokasi di Kelurahan Selindung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy, mengatakan pembangunan SMP Negeri 11 saat ini telah memasuki tahap persiapan awal yang cukup substansial, baik dari sisi anggaran maupun perencanaan teknis.
“Pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah menyiapkan alokasi anggaran dan sedang memproses tahapan perencanaan teknis. Perencanaan ini mengacu pada Detail Engineering Design (DED) lama yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” ujar Erwandy kepada Bangkapos.com, Selasa (20/1/2026).
Selain itu, dari aspek tata kelola pengadaan, pihaknya juga tengah mempersiapkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) sebagai bagian dari kepatuhan terhadap regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Adapun lokasi pembangunan di Kelurahan Selindung, menurut Erwandy, telah melalui kajian awal dan dinilai strategis untuk mendukung pemerataan akses pendidikan jenjang SMP di Kota Pangkalpinang.
Pada tahap awal operasional, SMP Negeri 11 Pangkalpinang direncanakan membuka tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 40 peserta didik per rombel. Dengan demikian, daya tampung awal sekolah tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 120 siswa.
“Target daya tampung ini disusun secara realistis dan terukur dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana, ketersediaan tenaga pendidik, serta standar mutu layanan pembelajaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, Penerimaan Murid Baru (PMB) di SMP Negeri 11 Pangkalpinang direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2027/2028, seiring dengan selesainya tahap utama pembangunan fisik sekolah.
Terkait jadwal pembangunan, Erwandy menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026 pembangunan SMP Negeri 11 akan dilakukan secara bertahap dan sistematis. Tahapan tersebut meliputi perencanaan teknis dan administratif, pelaksanaan pembangunan fisik gedung sekolah, hingga pengawasan konstruksi oleh konsultan pengawas.
Sementara itu, untuk kesiapan sumber daya manusia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat ini tengah melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang akan ditempatkan di sekolah baru tersebut.
“Pemenuhan guru akan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, baik melalui redistribusi guru yang ada maupun menunggu kebijakan rekrutmen dari pemerintah pusat. Prinsip kami, sekolah baru harus didukung SDM yang kompeten agar mutu layanan sejak awal tetap terjaga,” tegas Erwandy.
Sambil menunggu SMP Negeri 11 Pangkalpinang beroperasi penuh, khususnya pada tahun ajaran 2026/2027, Dinas Pendidikan juga menyiapkan skema sementara untuk mengantisipasi kekurangan daya tampung SMP negeri.