You are currently viewing MELANGKAH DI NEGERI GINSENG: CERITA DI BALIK PELATIHAN SMART GOVERNANCE – Bagian 12

MELANGKAH DI NEGERI GINSENG: CERITA DI BALIK PELATIHAN SMART GOVERNANCE – Bagian 12

Aku menutup jendela perlahan, lalu kembali ke tempat tidur, membiarkan keheningan kamar menyelimuti pikiranku. Ketika waktu berlalu, aku mulai merapikan barang-barangku. Aku melipat pakaian dengan hati-hati, memastikan semuanya tersimpan rapi di dalam koper. Setiap benda yang kumasukkan terasa seperti menyimpan cerita—entah itu buku catatan yang penuh dengan ide, atau gantungan kunci kecil yang kubeli di salah satu kunjungan lapangan. Aku tersenyum kecil saat menemukan kartu nama yang kuterima dari beberapa rekan baru, sebuah pengingat bahwa hubungan yang terjalin di sini akan terus berlanjut, bahkan setelah kami semua kembali ke negara masing-masing. Setelah semuanya selesai, aku duduk kembali di tepi tempat tidur, merasa bahwa kamar ini telah menjadi lebih dari sekadar tempat tinggal sementara. Ia adalah ruang di mana aku belajar untuk merenung, untuk menemukan diri sendiri di tengah kesibukan. Malam ini, aku merasa bahwa kamar ini adalah tempat yang memelukku dengan kehangatan, tempat yang memberiku ruang untuk memproses semua hal besar yang telah terjadi selama beberapa hari terakhir. Waktu menunjukkan pukul delapan malam ketika aku memutuskan untuk membuka laptop dan menulis email singkat kepada keluargaku di rumah. Aku menceritakan sedikit tentang program ini, tentang betapa berharganya pengalaman yang kudapatkan, dan tentang bagaimana aku tidak sabar untuk berbagi cerita secara langsung ketika kembali nanti. Mengetik kata-kata itu membuatku merasa lebih dekat dengan rumah, tetapi juga membuatku sadar betapa aku akan merindukan tempat ini. Ketika akhirnya aku menutup laptop, aku berbaring di tempat tidur, memandang langit-langit kamar yang putih. Aku tahu bahwa malam ini adalah malam terakhirku di sini, tetapi aku merasa tenang. Aku tahu bahwa setiap pelajaran, setiap kenangan, dan setiap hubungan yang terjalin di sini akan tetap bersamaku, bahkan setelah aku meninggalkan tempat ini. Dan malam itu, di dalam keheningan kamar yang telah menjadi rumah sementara, aku berjanji pada diriku sendiri untuk membawa semangat Korea ini pulang, untuk menjadikannya bagian dari perjalanan hidupku yang lebih besar.

Leave a Reply