“Anak-anak istimewa ini bukan butuh dikasihani, tapi butuh dipahami dan diberikan metode belajar yang tepat sesuai keunikan mereka,” ujar Dr. Brigita di sela-sela materinya.
Apresiasi dari Panitia dan Peserta
Pihak Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang selaku penyelenggara merasa bersyukur atas tingginya minat para guru. Salah satu panitia dari dinas mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah langkah nyata menuju Pangkalpinang yang lebih inklusif.
“Kami ingin sekolah bukan lagi tempat yang menakutkan bagi ABK. Dengan kerja sama bersama Penerbit Erlangga, kami berharap guru-guru kita memiliki pegangan literasi dan metode yang kuat untuk mengajar di kelas inklusi,” ungkapnya.
Respon positif juga datang dari praktisi di lapangan. Miss Ruth, seorang guru dari SD Santo Paulus 1, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang selama ini sulit ia temukan solusinya di kelas.
“Jujur, kadang kami bingung menghadapi siswa yang sulit fokus atau punya cara belajar berbeda. Lewat seminar ini, saya jadi lebih paham bahwa ada faktor penyebab yang harus kita mengerti dulu sebelum menilai anak. Ini sangat membantu kami di sekolah,” kata Miss Ruth optimis.
Harapan ke Depan
Melalui seminar ini, diharapkan tidak ada lagi anak di Kota Pangkalpinang yang terabaikan pendidikannya hanya karena memiliki kebutuhan khusus. Sinergi antara pemerintah, penerbit, dan sekolah menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang hangat dan mendukung bagi semua anak tanpa terkecuali.
Artikel ini telah tayang di ytknews.id , dengan judul wujudkan-sekolah-ramah-anak-guru-sd-smp-di-pangkalpinang-bedah-strategi-pendidikan-inklusi. https://ytknews.id/2026/04/wujudkan-sekolah-ramah-anak-guru-sd-smp-di-pangkalpinang-bedah-strategi-pendidikan-inklusi