Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka akses simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kebijakan ini menjadi langkah awal pemerintah dalam membantu kesiapan peserta didik menghadapi asesmen nasional yang akan digelar tahun depan.
Melalui simulasi tersebut, siswa dapat mencoba contoh soal TKA sesuai jenjang pendidikan masing-masing.
Selain mengenalkan bentuk dan pola soal, simulasi juga dirancang untuk membiasakan siswa dengan mekanisme asesmen berbasis komputer yang akan digunakan dalam pelaksanaan TKA 2026.
Simulasi TKA dapat diakses melalui dua platform resmi milik Kemendikdasmen, yakni laman Ayo Coba TKA dan Ruang Murid di platform Rumah Pendidikan.
Kedua platform tersebut menyediakan latihan soal, materi pendukung, serta pengalaman simulasi yang menyerupai kondisi asesmen sesungguhnya.
Kemendikdasmen mengimbau siswa, guru, dan satuan pendidikan untuk memanfaatkan fasilitas ini secara optimal.
Dengan berlatih lebih awal, peserta didik diharapkan dapat memahami tingkat kesulitan soal sekaligus mengurangi kendala teknis maupun tekanan psikologis saat pelaksanaan TKA nanti.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa TKA bukanlah ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib bagi siswa.
“TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai asesmen nasional untuk memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif,” ujar Toni, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, hasil TKA akan dimanfaatkan oleh satuan pendidikan, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat sebagai dasar evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran.