Hari Pertama di Incheon,
Sambutan Hangat di Negeri Orang
Pukul sembilan pagi waktu Korea, kami tiba di State University of New York, Incheon Global Campus. Udara dingin masih menggantung di pagi yang cerah, sementara mata kami—meski masih menyimpan sisa lelah perjalanan panjang—berkaca-kaca penuh rasa ingin tahu. Langkahlangkah kaki yang menyusuri koridor kampus terasa berat, bukan karena lelah, tetapi karena menyadari bahwa kami kini benar-benar berdiri di tempat yang jauh dari rumah. Ruang Building B, Room 203 & 207 telah dipersiapkan untuk kedatangan kami. Dari luar, bangunannya terlihat modern, berbalut desain arsitektur khas kampus internasional. Namun, yang membuatku lebih terkesan bukanlah kemegahannya, melainkan atmosfernya. Ada kehangatan yang tak bisa dijelaskan, seolah dinding-dinding ini telah menyambut ribuan mahasiswa dari berbagai negara sebelumnya, dan kini, giliran kami merasakannya. Kami duduk rapi di dalam ruangan, mendengarkan sambutan dari pihak kampus. Bahasa Inggris mereka mengalir lancar, menyampaikan rasa hormat atas kehadiran kami. Mereka berbicara tentang pentingnya kolaborasi, tentang bagaimana pelatihan ini bukan hanya tentang belajar dari Korea, tetapi juga berbagi pengalaman dari negara kami masing-masing. Kata-kata itu mengendap dalam benakku. Kami bukan hanya peserta, tetapi bagian dari sesuatu yang lebih besar—sebuah jembatan ilmu pengetahuan antarbangsa.
Setelah acara penyambutan dan sedikit pengarahan, waktu makan siang tiba. Kami menikmati hidangan yang telah disediakan di kantin kampus, mencoba mengenali rasa baru yang mungkin akan menjadi bagian dari keseharian selama beberapa hari ke depan. Beberapa orang tampak berbincang dengan peserta dari negara lain, menukar cerita, bertanya tentang latar belakang mereka. Aku menyadari bahwa perjalanan ini bukan hanya soal menghadiri pelatihan, tetapi juga tentang membangun hubungan, mengenal dunia lebih luas dari perspektif yang berbeda. Pukul 14.00, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Yonsei University, Songdo Campus, tempat kami akan tinggal selama pelatihan ini. Bus kampus sudah menunggu di halaman, barisan koper mulai disusun rapi. Aku mengambil tempat di dekat jendela, menikmati pemandangan kota yang berlalu dengan cepat di sepanjang perjalanan. Songdo, tempat kampus Yonsei berada, terasa berbeda. Ini bukan sekadar distrik biasa—ini adalah gambaran nyata dari konsep kota pintar masa depan. Bangunan-bangunan tinggi yang tertata rapi, jalur hijau yang membentang di antara kompleks perkantoran, serta sistem transportasi modern yang tampak efisien. Rasanya seperti melihat versi lain dari Korea yang lebih futuristik. Begitu tiba di Yonsei University, Songdo Campus, kami langsung diarahkan menuju area registrasi. Proses ini berjalan lancar, meskipun beberapa peserta terlihat sibuk mengurus kamar dan memastikan barangbarang mereka aman. Aku menatap ke langit sore, warna jingga mulai merayap di cakrawala. Aku menarik napas panjang, mengingat kembali semua yang terjadi sejak pagi. Hari pertama ini belum selesai, tetapi aku sudah bisa merasakan bahwa setiap langkah yang kuambil di sini akan menjadi cerita yang tak terlupakan. Selamat datang di Korea, selamat datang di perjalanan baru.
